SIRBAGOOOS

Selamat datang di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibiin
Tampilkan postingan dengan label Koleksi Foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koleksi Foto. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Maret 2017

KH.Harun syafii bersama Al Habib Husain Al yamani

Kunjungan oleh Habaíb From Yanman Dalam Rangka Pengajian
Baca selengkapnya....!!

Minggu, 17 November 2013

Video Streaming Sekolah

Video hanya bisa ditayangkan pada jam kerja (07.00 s/d 12.30)

Live Stream
--> Live Stream -->
Baca selengkapnya....!!

Selasa, 27 November 2012


Baca selengkapnya....!!

Jumat, 11 Mei 2012

Profile PP. Sirojuth Tholibiin

Pondok Pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar, baik bagi kemajuan Islam itu sendiri maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Berdasarkan catatan yang ada, kegiatan pendidikan agama di Nusantara telah dimulai sejak tahun 1596. Kegiatan agama inilah yang kemudain dikenal dengan nama Pondok Pesantren. Bahkan dalam catatan Howard M. Federspiel- salah seorang pengkaji ke-Islaman di Indonesia, menjelang abad ke-12 pusat-pusat studi di Aceh dan Palembang (Sumatera), di Jawa Timur dan di Gowa (Sulawesi) telah menghasilkan tulisan-tulisan penting dan telah menarik santri untuk belajar.
Pondok Pesantren Sirojuth Tholibiin (PPST) menganut sistem pendidikan terintegrasi yang merupakan perpaduan dari sistem salaf (tradisional) dan modern. Hal ini tak lepas dari kultur pesantren yang terkenal dengan prinsip المحافظة علي القديم الصالح والأخد علي الجديد الأصلح (memelihara nilai lama yang baik, dan mengadopsi nilai baru yang lebih baik). Tidak hanya itu, PPST juga mengadopsi sejumlah pola pendidikan yang ada di luar negeri. Seperti kajian kitab kuning yang tidak hanya terfokus pada disiplin ilmu fiqh, nahwu/sharaf, dan ilmu kalam. Tapi juga meningkatkan intensitas kajian tafsir dan hadits dan perangkatnya (ilmu hadits, ushul fiqh, ilmu tafsir, dll).
Pengajian kitab kuning alias kitab klasik menjadi ciri khas Pondok Pesantren Sirojuth Tholibiin (PPST). Santri yang sudah lulus Wustho II, apalagi Ulya III, hampir dapat dipastikan mampu membaca kitab kuning. Pengajian kitab kuning dilakukan dengan dua cara. Yaitu, (a) dengan sistem sorogan atau wetonan/bandongan dan (b) sistem klasikal di madrasah diniyah (madin).
Baca selengkapnya....!!

Rabu, 24 Februari 2010

Koleksi Poto Pondok










Para Santri sedang ulangan semester

Halaman Ndalem Yai

Pondok juga punya sekolahan lho .....!!!!!

 
Tuuuh ..kaan sekolahan bener!!!!!!

Maghrib dikota santri





Baca selengkapnya....!!